>>> esdynoa …

perdjoeangan beloem berakhir

poligami euy….

ini hanya sedikit unek2 dari aq setelah membaca postingan berikut:

Assalamu’alaikum wr. wb.

 

InsyaAlllah ini hanya sedikit pendapat (versi aku) kepada orang2 yang “phobia berat” terhadap Poligami.

Sekali lagi mohon maaf, ini hanya omongan Nchie aja. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi serta memberikan yang terbaik untuk hidup Nchie…

selanjutnya baca http://nchiedive.multiply.com/journal/item/3/Nchie_dan_Poligami

Berikut ayat berkenaan dgn poligami…
Surat An-Nisaa' (4)Ayat 3

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. “ (QS. An-Nisaa’ : 3)

lantas apakah dengan ayat tersebut kita (kaum adam) menjadi berambisi untuk bisa menikahi 4 wanita?
diambil langkah2 yg tepat dalam pembagian giliran dan nafkah sehingga adil, namun redaksi Al-Qur’an pada ayat berikutnya menyebutkan yang artinya :

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian” [An-Nisa : 129]

kenapa bisa sedemikian, padahal pembagian giliran dan nafkah sudah dapat terpenuhi secara adil? karena sikap adil dalam kasih sayang dan kecenderungan hati kepada para istri itu di luar kemampuan manusia. Bisa saja seorang suami yg berpoligami berada di salah satu istrinya namun hatinya berada di istri yang lain.

Mungkin karena hal tersebut ada sebuah hadits dari Aisyah Radhiallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membagi giliran di antara para istrinya secara adil, lalu mengadu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam do’a:

“Artinya : Ya Allah inilah pembagian giliran yang mampu aku penuhi dan janganlah Engkau mencela apa yang tidak mampu aku lakukan” [Hadits Riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim]

Rasulullah yang sentiasa adil saja merasa kurang adil dalam poligami, apalagi kita (kaum adam). Berikut ini kisah asmara (pernikahan) suri tauladan ummat Rasulullah SAW di wikipedia :

“Selama hidupnya Muhammad menikahi 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini). Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah, yang berlangsung selama 25 tahun hingga Khadijah wafat.[5] Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia,[6][7] sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya) disebut sebagai tahun kesedihan.

Sepeninggal Khadijah, Muhammad disarankan oleh Khawla binti Hakim, bahwa sebaiknya ia menikahi Sawda binti Zama (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar, dimana Muhammad akhirnya menikahi keduanya. Kemudian setelah itu Muhammad tercatat menikahi beberapa wanita lagi sehingga mencapai total sebelas orang, dimana sembilan diantaranya masih hidup sepeninggal Muhammad. Para ahli sejarah antara lain Watt dan Esposito[8] berpendapat bahwa sebagian besar perkawinan itu dimaksudkan untuk memperkuat ikatan politik (sesuai dengan budaya Arab), atau memberikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda lebih susah untuk menikah karena budaya yang menekankan perkawinan dengan perawan).

Status dari beberapa istri Muhammad menjadi sumber perdebatan dalam sejarah. Maria al-Qibtiyya dikatakan seorang budak atau seorang budak yang dibebaskan. Di sisi lain terdapat perdebatan tentang umur Aisyah saat dinikahi. Sebagian besar referensi (termasuk sahih Bukhari dan sahih Muslim) menyatakan bahwa upacara perkawinan tersebut terjadi diusia enam tahun, dan Aisyah diantarkan memasuki rumah tangga Muhammad sejak umur sembilan tahun. [9][10][11] Sementara pada hadits lainnya dikatakan Aisyah pada umur belasan tahun saat itu.

Terdapat perbedaan pemahaman mengenai istilah “memasuki rumah tangga” Muhammad, sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits-hadits sahih tersebut. Umumnya umat Islam berpendapat bahwa perlakukan Aisyah sebagai istri terjadi saat ia sudah mengalami menstruasi. Pendapat lain mengatakan bahwa perdebatan mengenai umur Aisyah yang terjadi pada abad ke-7, yaitu saat praktik pernikahan dengan anak adalah tradisi umum yang juga pernah terjadi di India, China dan bahkan Eropa, yang kemudian dibawa ke abad modern sehingga telah keluar dari konteks. Terlepas dari perdebatan tersebut, tidak didapatkan informasi lain tentang umur pasti Aisyah saat menikah.”

lebih lengkapnya baca disini

Selain itu, aq pernah membaca hadist yang menceritakan bahwa suatu ketika Ali bin Abi-Thalib ditawari untuk berpoligami, dan sikap adalah Rasulullah meminta Ali untuk menceraikan anaknya Fatimah Az-Zahra jika Ali berniat untuk poligami, itu karena poligami dapat menyakiti hati fatimah.
Poligami adalah menyakiti hati istri, jika seorang suami telah benar mencintai istrinya apakah mungkin sang suami tega menyakiti hati istrinya. Walaupun ada pintu surga yg tersedia khusus bagi para istri yg bersedia dipoligami tetap saja hal tersebut bukanlah penawar bagi sakit hatinya.

Lantas ada seorang muslimah yang bersedia dipoligami, sungguh besar pengorbanan beliau…. poligami adalah cara untuk mencegah terjadinya perselingkuhan dan pelecehan terhadap wanita/mengangkat derajat wanita.
Tapi apakah poligami merupakan satu-satunya cara untuk mencegah perselingkuhan dan pelecehan terhadap wanita?
Ketika zaman Rasulullah wajar pengangkatan derajat wanita dengan dinikahi walaupun poligami, namun lain dulu lain sekarang. Sekarang derajat wanita telah lebih baik bahkan kaum wanita sendiri sekarang ingin lebih dari itu, sampai-sampai melebihi koridor yang telah ditentukan seperti memimpin kaum lelaki.

Okeh… mungkin segitu dulu… lagi mumet ngomongnya muter2… mohon maaf apabila ada yang terganggu…
pizzz
:D

Wallahu ‘alam bisho’ab

sumber : wikipedia, alkhawarizmi.or.id, mathematicse.wordpress.com

January 17, 2008 Posted by esdynoa | islam | | 1 Comment

dari seorang teman…

Dear All

ALHAMDULILLAH RABBIL AALAMIIN

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga> …> …>

Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat.
Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan  berkata,
” Ini adalah Seksi Penerimaan> “>  Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”.

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman.
Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”.

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan
untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.
Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.
“Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikatku pelan.
Dia tampak malu.
“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku.

“Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah manusia menerima rahmat
yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”.

“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?”, tanyaku.

“Sederhana sekali”, jawab Malaikat.
“Cukup berkata, ‘ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN,
Terima kasih, Tuhan’ “.

“Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri”,tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada pesakitan … engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan, penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat ….
Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.

“Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian … maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang didunia.

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan …
maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang
bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu.

Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatinya kita semua…

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu’ “.
(QS:Ibrahim (14) :7 )

Wassalam

sumber : group muslim

January 17, 2008 Posted by esdynoa | renungan | | No Comments Yet